Jumat, 15 Mei 2009

Perempuan dan Piano II

"LAILAHAILAULLAHU MUHAMMDAN RASULULLAH bu.."

Dibisikkan lafadz ini ditelinga ibunya terus dan terus sepanjang malam, Yasmin bahkan tidak memejamkan mata sedikitpun guna menemani ibunya dengan kesaksian bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah..

Tiga hari pun berlalu di ruang ICU, Yasmin masih membisikkan ibunya dengan kalimat yang sama, dan dengan kesaksian yang sama, Yasmin belum tertidur dan tampak sangat kelelahan.

"ibu tidak boleh menyerah, bunda HARUS ingat Allah terus.."

Selain ibunya, Yasmin tidak lagi memiliki siapa-siapa, ayah Yasmin pergi lebih dulu karena penyakit Jantungnya, dan ibunda sakit Liver setelah tahu ayah pergi dengan meninggalkan seorang perempuan untuk keluarganya..
Ya, perempuan itu adalah istri kedua yang dinikahi satu tahun sebelum ayah Yasmin meninggal dunia..
perempuan inilah yang kemudian menjadi beban pikiran ibunda setelah ayah meninggal.. ibunda tidak pernah menyangka rasa cintanya yang begitu besar harus DIKHIANATI!!!!! pengabdiannya selama ini dianggap ayah hanyalah sebuah pelayanan seorang perempuan yang sudah semestinya.. 

“Sungguh keterlaluan ayah, ibunda adalah ibu yang sangat sempurna bagiku, ia tak pernah mengeluh sedikitpun tentang sikap keras ayah, kenapa ayah begitu tega melakukan semua ini pada i……bu” dengan terisak Yasmin mengulang kembali kata-kata itu di samping ibunya!

Dalam komanya ibunda, kemudian menunjukkan tanda-tanda kesadaran, tangannya tiba-tiba bergerak, matanya terbuka, ibu ingin menyampaikan sesuatu kepadaku..

“bu…..ka…n sa…lah ayy…ah mu, ini sa…lah ibu!”
Hanya itu kalimat yang keluar dari mulut ibu dan ibu pun kembali tertidur dalam komanya”

Yasmin menangis sejadinya, ia tak menyangka ibu sadar hanya untuk berkata seperti itu, hanya untuk memberitahuku bahwa ayah tak pernah salah, dan bahwa ini semua adalah salah ibu, aku benar-benar tak habis pikir!!!

Hari ke-empat setelah ibu koma, Yasmin hanya dapat beristirahat sebentar di sofa kamar ICU dengan kualitas VVIP dan itupun juga karena suster yang menyuruhnya agar bisa tetap menemani ibu..hari-harinya tak lepas dari menemani ibu..

Hari kelima, Adzan shubuh yang berkumandang dari musholla kecil di ujung rumah sakit, membangunkannya… ia teringat ibu dan kondisi ibu bertambah kritis, cepat cepat Yasmin memanggil suster jaga sambil terus membisikkan ibu dengan:
“LAILAHAILAULLAHU MUHAMMDAN RASULULLAH bu…”
Bibir ibu bergerak, ibu mengucap sesuatu yang sangat lirih..
Kutuntun ibu mengucapkannya.. LAILAHAILAULLAHU MUHAMMDAN RASULULLAH…

Dan ibu pun pergi dengan senyum termanis yang pernah Yasmin lihat..

“INI SEMUA SALAH LELAKI ITU!!!!”






Tidak ada komentar:

Posting Komentar