Selasa, 28 April 2009

Sampai dimana kita Butuh Tuhan?

Katakanlah Dialah Tuhan Yang Maha Esa (Tunggal)
Dialah Raja Manusia
Dialah tempat bergantung sekalian Umat
Dia Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (Qs : Al-ikhlas)

Tuhan, keyakinan, dan agama adalah satu kesatuan yang sulit dipisah-pisahkan. Ketika kita bicara tentang Tuhan maka kita akan terikat pula dengan keyakinan dan agama. Sejauh perjalanan hidup yang kita sudah tempuh memang sulit sekali menemukan keyakinan kuat apa dan kenapa kita membutuhkan Tuhan??? Karena rupanya dunia sudah memberikan apa yang kita inginkan..

Di dalam tulisan ini saya tidak ingin mengkritisi keimanan karena tentu saja soal ukuran keimanan adalah diluar batas kemampuan manusia, mengapa saya katakan itu di luar batas manusia. Ketika kita beriman berarti kita telah meyakini, tidak hanya dengan hati tapi diucapkan dengan lidah dan kemudian diaplikasikan melalui perbuatan, maka seluruh ukuran itu kita serahkan kepada Dzat yang kita imani. Mungkin kita ingat sewaktu sekolah dulu ada guru yang memberikan penilaian atas apa yang kita kerjakan, maka rupanya begitu juga tuhan dengan Maha Kuasa ia memerintahkan malaikat mencatat tiap amal dan perbuatan buruk kita. Jadi untuk ukuran keimanan itu urusan Dzat yang Maha Tinggi.

Di zaman yang semakin mengglobal ini manusia sudah berlomba-lomba memenuhi kebutuhan duniawi mereka. Kebutuhan materi yang mereka dapatkan begitu mudahnya. Namun apakah manusia memiliki kepuasan? Jawabannya tergantung. Semua itu tergantung pada tahap mana manusia tadi mencukupi kebutuhan spiritualnya. Karena rupanya antara kepuasan dengan rasa syukur itu masih memiliki korelasi. Kita bisa merasa puas selama kita percaya bahwa Tuhan sudah mencukupkan kita dengan rizki berlimpah apapun keadaanya. Untuk mendapatkan rasa syukur manusia pun kemudian memerlukan penempaan spiritual karena rupanya hanya dengan keimanan kita mampu mengendalikan nafsu kemanusiaan kita.

Tuhan adalah Harapan..
Siapapun yang pernah merasa terdesak dalam hidupnya. Kesulitan yang tiada habisnya, penderitaan yang tak kunjung berakhir, ataupun ujian hidup yang sulit ditempuh dan meinginginkan keadaan lebih baik maka Tuhan adalah harapan bagi mereka untuk dapat bertahan. Tuhan adalah semangat untuk terus tertawa dan rupanya tuhan adalah tempat memasrahkan diri.

Sungguh kiranya kita akan mendapatkan kenikmatan luar biasa, tatkala sesulit-sulitnya perjalanan hidup, kita menyerahkan segala-galanya kepada Tuhan..
Karena Tuhan adalah tempat berserah sekalian alam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar